Definisi Validitas dan Reliabilitas

Validitas adalah tingkat keandalah dan kesahihan alat ukur yang digunakan. Instrumen dikatakan valid berarti menunjukkan alat ukur yang dipergunakan untuk mendapatkan data itu valid atau dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur (Sugiyono, 2007). Dengan demikian, instrumen yang valid merupakan instrumen yang benar-benar tepat untuk mengukur apa yang hendak di ukur. 

Bagozzi, Yi, dan Phillips (dalam Zulganef, 2006) mendefinisikan validitas konstrak sebagai sejauh mana suatu variabel operasional mampu mengukur konsep yang seharusnya di ukur. Lebih lanjut dijelaskan Bagozzi, dkk, validitas konstruk sangat terkait dengan kesalahan-kesalahan (measurement error) yang mungkin dilakukan oleh peneliti. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat berupa random error atau systematic error. Random error adalah kesalahan yang disebabkan oleh metode pengambilan data, sedangkan systematic error adalah kesalahan yang disebabkan oleh desain penelitian.

Reliabilititas adalah tingkat keandalan. Instrumen yang reliable adalah jika digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (dalam Sugiyono, 2007). Lebih lanjut, Ghozali (2009) menjelaskan bahwa reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.

Reliabilitas didefinisikan oleh Guilford dan Flutcher (dalam Zulganef, 2006) sebagai proporsi varian yang benar (true variance) dari seperangkat alat pengukuran. Sementara Pedhazur dan Schemelkin mengutip American Psychological Association yang mengungkapkan reliabilitas adalah kadar kemurnian skor-skor yang diperoleh suatu uji dari kesalahan pengukuran (the degree to which test scores are free from errors of measurement).

Reliabilitas adalah ukuran yang menujukkan bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian keperilakukan mempunyai keandalan sebagai alat ukur, diantaranya di ukur melalui konsistensi hasil pengukuran dari waktu ke waktu jika fenomena yang diukur tidak berubah (Harrison, dalam Zulganef, 2006). 

Dengan demikian, validitas menyangkut keabsahan alat ukur, dan reliabilitas menyangkut kehandalan (konsistensi) alat ukur. 

Sugiyono (2007) mencontohkan : Penggaris dinyatakan valid jika digunakan untuk mengukur panjang, namun tidak valid jika digunakan untuk mengukur berat. Artinya, penggaris memang tepat digunakan untuk mengukur panjang, namun menjadi tidak valid jika penggaris digunakan untuk mengukur berat. Penggaris yang terbuat dari karet tidak reliable untuk mengukur panjang karena hasil pengukurannya akan berbeda-beda (tidak konsisten)

Penelitian memerlukan data yang betul valid dan reliabel. Dalam rangka urgensi ini, maka kuesioner sebelum digunakan sebagai data penelitian primer, terlebih dahulu diujicobakan ke sampel uji coba penelitian. Uji coba ini dilakukan untuk memperoleh bukti sejauh mana ketepatan dan kecermatan alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya

Comments

Popular Posts